Musik Spotify Bakal Jadi Alarm di Android

– Google baru saja mengumumkan integrasi aplikasi jam besutan Google (Clock App) dan Spotify versi Android. Integrasi tersebut memungkinkan pengguna memasang nada dering alarm di Clock App dari playlist pengguna di Spotify.

Lagu yang dipilih merupakan lagu yang terakhir diputar di Spotify. Semua pengguna Spotify, baik premium maupun gratisan bisa menjajal fitur ini. Google menjanjikan fitur tersebut mulai digulir pekan ini bagi pengguna Spotify Android 5.0 (Lollipop) dan versi di atasnya.

Sebelum muncul, 9 to 5 Google telah mendekompilasi data APK yang diunggah Google di Play Store untuk mengetahui bagaimana cara kerja fitur ini, sebagaimana dirangkum KompasTekno, Sabtu (4/8/2018).

Caranya, pastikan aplikasi Jam yang terpasang di ponsel Android Anda adalah aplikasi jam default dari Google, jika belum ada bisa menginstalnya melalui tautan ini. Jika telah tersedia, perbarui ke versi Clock 5.3 di Google Play Store. Pastikan pula Spotify telah diperbarui ke versi paling baru.

Kemudian, buka Clock App lalu gulir ke bawah. Pilihlah “sound alarm” (nada alarm) dan lanjutkan pilih “Spotify”. Pengguna akan diminta untuk menghubungkan akun Spotify dan mengijinkan akses Spotify ke Clock App.

Cara mengaktifkan nada alarm Clock App dari playlist Spotify
9 to 5 Google Cara mengaktifkan nada alarm Clock App dari playlist Spotify

 

Nantinya akan muncul lagu, album, dan daftar lagu sesuai yang terkahir diputar pengguna di Spotify. Pengguna bisa memilih lagu yang diinginkan untuk menjadi alarm.

Selain daftar putar terakhir, ada pula beberapa playlist bertema pagi hari yang bertujuan menjadi pembangkit semangat untuk mengawali hari.

“Ganti nada alarm klasik dengan lagu favoritmu, soundtrack yang menenangkan atau melodi pembangkit semangat,” tulis Google dalam keterangan tertulisnya.

Baca juga: 22 Mei, YouTube Luncurkan Pesaing Spotify

Nantinya, ketika alarm berbunyi, Clock App akan menggunakan artwork di beberapa lagu terpilih sebagai latar belakang alarm, serta judul lagu berada di bar bagian bawah.

Ketika alarm dihentikan, notifikasi playback akan muncul, sehingga pengguna bisa melanjutkan mendengarkan lagu nada alarm tersebut di Spotify. Kedepan, Google dikabarkan akan mengintegrasikan Clock App ke aplikasi streaming musik besutan YouTube, yakni YouTube Music.

 

Valuasi Apple tembus USD 1 triliun

Apple dinyatakan berhasil mencetak rekor terbaru dari sisi valuasi perusahaan. Hal itu diketahui dari penutupan saham pada Rabu waktu Amerika Serikat. Nilai saham Apple disebut-sebut mencapai puncaknya yakni USD 207,39.

Dilansir dari BBC, Jumat (3/8), untuk informasi, saham Apple memang diketahui sudah meningkat sejak Selasa waktu setempat. Peningkatan ini jauh lebih baik dari prediksi sebelumnya untuk tiga bulan terakhir hingga Juni.

Kenaikan tersebut membuat Apple mengalahkan perusahaan lain, seperti Amazon dan Microsoft sebagai perusahaan pertama yang mencapai nilai valuasi hingga USD 1 triliun atau setara dengan Rp 14.491 triliun.

Sejak iPhone pertama kali muncul, saham Apple memang meningkat cukup pesat hingga 1.100 persen. Sementara dalam setahun terakhir, nilai sahamnya terus melonjak hingga sepertiga dari sebelumnya.

Sejumlah analis memprediksi kenaikan saham Apple dalam beberapa bulan terakhir ini tidak lepas dari keputusan perusahaan untuk membeli kembali saham dengan nilai USD 1 miliar.

Selain itu, Tim Cook sebagai pengganti Steve Jobs dianggap telah menerapkan strategi jitu yang mendorong pertumbuhan perusahaan, seperti sekarang ini.

Ada dua faktor kunci yang membuat Cook berhasil. Pertama, kini Apple menjual iPhone lebih sedikit tapi dengan harga lebih mahal, sehingga menghasilkan lebih banyak uang. Tidak hanya itu, Apple juga telah melakukan diversifikasi sumber keuntungannya.

Perusahaan dilaporkan menghasilkan sekitar USD10 miliar setiap tiga bulan dari layanan penjualan aplikasi, penyimpanan cloud, dan streaming musik.

JD.ID Buka Toko Offline Tanpa Kasir

– JD.ID, e-commerce yang terafiliasi dengan JD.com asal China, menghadirkan pusat pengalaman belanja berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/ AI) bernama JD.ID X. JD.ID X disebut menjadi pusat pengalaman belanja futuristis pertama di Asia Tenggara.

“Kami sangat bangga dengan diluncurkannya JD.ID X, pusat pengalaman berbelanja berbasis AI kami yang pertama di Asia Tenggara dan di Indonesia,” jelas Presiden Direktur JD.ID, Zhang Li.

Ia menambahkan jika JD.ID X adalah langkah awal e-commerce pimpinannya untuk mengadopsi teknologi AI yang menawarkan konsep belanja tanpa kasir, memanfaatkan teknologi pemindai wajah, radio frequency identification (RFID), dan metode pembayaran non-tunai (cashless).

“Di masa depan masyarakat akan sangat terbiasa melakukan aktivitas berbelanja harian secara non-tunai,” ujar Project Manager JD.ID X, Eyvette Tung dalam keterangan tertulis yang diterima KompasTekno, Jumat (3/8/2018).

Menurutnya, teknologi pemindai wajah dikembangkan dengan sangat personal, demi meningkatkan kenyamanan pengguna. Beberapa produk yang dibeli pengguna melalui JD.ID X akan terhubung langsung dengan akun JD.ID pelanggan untuk transaksi non-tunai.

JD.ID X berlokasi di lantai 3 kawasan perbelanjaan PIK Avenue, Jakarta. Beberapa produk populer ditawarkan di sana, seperti fesyen pria maupun wanita, kosmetik, aksesoris, produk rumah tangga non-elektronik, dan kebutuhan sehari-hari.

Baca juga: E-commerce JD.ID Fokus Tambah Pengguna

Produk-produk tersebut dijanjikan akan dibanderol dengan harga khusus. Lebih lanjut, JD.ID X juga menyediakan produk dengan private label yang tersedai secara eksklusif, serta berbagai promo yang akan diberikan setiap minggu.